The Dragon’s Prophecy

The Dragon’s Prophecy (2025) membawa penonton ke dunia fantasi kuno yang terpecah oleh perang dan intrik kekuasaan, ketika sebuah ramalan lama tentang kebangkitan naga kembali mengguncang keseimbangan kerajaan. Di negeri yang dipenuhi sihir terlarang dan makhluk legendaris, ramalan tersebut menyebutkan bahwa hanya satu jiwa terpilih yang mampu membangkitkan naga terakhir—entah sebagai penyelamat atau penghancur dunia.

Cerita mengikuti perjalanan seorang pemuda yang hidupnya berubah drastis setelah mengetahui bahwa darahnya terikat langsung dengan nubuat tersebut. Diburu oleh faksi kerajaan, penyihir gelap, dan pemburu naga, ia terpaksa meninggalkan kehidupan lamanya untuk menelusuri kebenaran tentang asal-usulnya. Dalam pelariannya, ia membentuk aliansi rapuh dengan seorang prajurit wanita dan seorang penyihir buangan yang sama-sama menyimpan rahasia kelam.

Seiring perjalanan melintasi reruntuhan kuno dan wilayah terlarang, makna ramalan mulai terungkap: kebangkitan naga menuntut pengorbanan besar. Konflik batin sang tokoh utama semakin dalam ketika ia menyadari bahwa pilihan yang diambilnya akan menentukan nasib jutaan nyawa. Pertarungan antara takdir dan kehendak bebas menjadi inti cerita, dibalut intrik politik dan pengkhianatan yang tak terduga.

Menuju klimaks, The Dragon’s Prophecy menyajikan pertempuran epik antara kekuatan magis dan ambisi manusia, dengan kemunculan naga yang mengubah segalanya. Film ini menutup kisahnya dengan nada emosional dan reflektif, menegaskan bahwa ramalan bukanlah akhir yang mutlak, melainkan ujian tentang keberanian, pengorbanan, dan pilihan yang membentuk legenda.

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *