Romeria
Romeria (2025) mengikuti perjalanan Lucia, seorang wanita muda yang memutuskan melakukan ziarah panjang setelah kehilangan orang terdekatnya. Diliputi rasa bersalah dan kehampaan, ia meninggalkan kehidupannya di kota dan bergabung dengan rombongan peziarah yang menempuh perjalanan penuh makna menuju tempat suci yang diyakini mampu membawa ketenangan batin.
Sepanjang perjalanan, Lucia bertemu dengan berbagai individu yang masing-masing memiliki alasan pribadi untuk mengikuti ziarah tersebut. Dari seorang pria tua yang mencari penebusan hingga seorang pemuda yang melarikan diri dari masa lalunya, setiap pertemuan perlahan membuka pandangan Lucia tentang arti kehilangan, harapan, dan keikhlasan.
Namun perjalanan itu tidak hanya menguji fisik, tetapi juga mental dan emosional. Lucia harus menghadapi kenangan masa lalu yang terus menghantuinya, serta konflik batin antara menerima kenyataan atau terus menyalahkan diri sendiri. Dalam prosesnya, ia mulai menyadari bahwa perjalanan ini bukan sekadar tujuan akhir, melainkan proses penyembuhan yang harus ia jalani.

0 Comments