My Dead Friend Zoe

My Dead Friend Zoe (2024) mengikuti perjalanan Mia, seorang veteran muda yang kembali ke kehidupan sipil setelah menjalani tugas militer yang berat. Meski secara fisik ia tampak baik-baik saja, Mia terus dihantui oleh kenangan sahabatnya, Zoe, yang gugur dalam misi yang mereka jalani bersama. Namun bagi Mia, Zoe bukan sekadar kenangan—ia masih “hadir,” berbicara, dan menemaninya dalam keseharian.

Kehadiran Zoe yang hanya bisa dilihat oleh Mia menjadi penghiburan sekaligus beban. Di satu sisi, Zoe membantunya menghadapi rasa bersalah dan trauma, tetapi di sisi lain, hal itu membuat Mia sulit untuk benar-benar kembali ke dunia nyata. Hubungannya dengan keluarga, terutama ibunya, mulai renggang karena Mia menolak menerima kenyataan atas kepergian sahabatnya.

Saat mengikuti program terapi kelompok untuk para veteran, Mia bertemu dengan orang-orang yang juga berjuang dengan luka batin mereka. Perlahan, ia mulai memahami bahwa apa yang ia alami bukanlah tanda kelemahan, melainkan bagian dari proses penyembuhan. Namun, Zoe yang “selalu ada” justru membuat Mia terjebak di antara masa lalu dan masa kini.

Di puncak emosional cerita, Mia harus memilih: terus mempertahankan kehadiran Zoe sebagai pelarian dari rasa kehilangan, atau berani melepaskannya demi melangkah maju. Dengan pendekatan yang hangat dan menyentuh, film ini menggambarkan perjalanan menerima duka, menghadapi trauma, dan menemukan cara untuk berdamai dengan kenangan tanpa harus melupakannya.

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *