Detective Dee: The Mystery of a Ghost Town

Detective Dee: The Mystery of a Ghost Town (2025)  Pada tahun 2025, Detective Dee kembali ke layar lebar dalam film misteri-horor penuh aksi ini. Dia dipanggil ke kota Youming setelah penduduk mulai mengalami transformasi mengerikan: taring meluncur, mata menghitam, dan melaju menyerbu seperti makhluk tak bernyawa. Pemerintah setempat dalam panik, sementara rumor mengaburkan antara wabah supernatural dan kudeta politik. Dee mulai menyadari bahwa kejanggalan ini bukan sekadar keajaiban, melainkan tipuan cemerlang dari musuh dalam yang licik .

Dee menyelidiki mayat demi mayat, hanya menemukan jejak serangga parasit yang menghuni kulit dan menyatu dengan jaringan korban—biologis sekaligus jahat. Dia mengendus adanya sekte rahasia Berjudul “Youming Cult”, memanipulasi mayat melalui serangga agar seakan hidup kembali sebagai pasukan takdir. Di tengah kota yang dilanda ketakutan, power play politik terungkap: putra mahkota pemberontak, Pangeran Li Zhen alias Pangeran Yue, berada di balik rezim ngeri yang sedang direncanakan. Dengan ambisi ingin menggulingkan kaisar, Wibawa Kerajaan Tang terancam runtuh di tangan pasukan undeadnya. Dee pun memahami bahwa ini lebih dari kasus kriminal — ini soal manipulasi massa, ilmu politik, dan tipu daya ilmu hitam yang melekat pada darah murka dari Wang.

Saat menyelidik, Dee bertemu tokoh-tokoh kontroversial: Shen Baoping dan Tong Xiaohu sebagai pejabat kota yang loyalnya diragukan, terseok dalam persimpangan moral antara kerajaannya dan keselamatan rakyat. Ia menyusup ke lubang sarang Youming Cult dan menggali fakta bahwa setiap zombie disuntik serangga khusus agar taat total kepada pengendali—sebuah strategi biologis untuk menimbulkan kekacauan lalu merebut tahta. Ketika Li Zhen secara langsung menghantamnya sebagai simbol pemberontakan, Dee memutuskan menghadapi booling politik demi kebaikan negeri. Ia mengumpulkan saksi, bukti, dan menyiapkan serangan balik bersamaan dengan membebaskan korban cult dalam prosesnya. Akhirnya ia menyusun rencana pembalasan sekaligus pembersihan—bukan hanya dari tubuh, melainkan juga dari pikiran yang terperangkap oleh kegelapan.

Pada klimaksnya, Dee menghadapi pasukan mayat hidup di ibu kota — terjadi pergulatan berdarah antara ilmu (observasi & deduksi Dee) dan kegelapan serangga (yang tersebar di udara) yang memberikan kekuatan super kepada pengikutnya. Dengan strategi penuh kalkulasi, Dee mematahkan kendali Lil Zhen atas zombie menggunakan ramuan tertutup kaisar dan menangkap dalangnya di depan publik. Pasukan undead lenyap bersama kejatuhan Youming Cult, kekuasaan sang Pangeran diruntuhkan, dan kedamaian direstorasi ke Kerajaan Tang. Namun, film ini menyudahi dengan catatan serius: kejahatan dapat terlahir bukan hanya dari racun politik, tapi dari evolusi lurus strategi biologis—serangga sebagai senjata, kegelapan sebagai ideologi. Dee, meski pahlawan hari itu, mengingatkan bahwa keseimbangan antara sains dan moral harus tetap dijaga, agar kerajaan dan rakyat serupa tidak menjadi boneka dalam permainan kekuasaan.

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *