Songko
Songko (2026) mengangkat kisah seorang pemuda bernama Raka yang berasal dari keluarga sederhana di sebuah desa yang masih memegang teguh nilai tradisi. “Songko” atau peci yang selalu dikenakan oleh ayahnya menjadi simbol kehormatan, tanggung jawab, dan warisan nilai kehidupan. Namun, bagi Raka yang tumbuh di era modern, simbol tersebut justru terasa sebagai beban yang membatasi kebebasannya untuk menentukan jalan hidup sendiri.
Konflik mulai muncul ketika Raka memilih merantau ke kota demi mengejar impian dan kehidupan yang lebih bebas. Di sana, ia terjebak dalam gaya hidup yang jauh dari nilai-nilai yang diajarkan keluarganya. Ia mulai melupakan makna “songko” yang dulu dianggap biasa, hingga serangkaian peristiwa pahit membuatnya tersadar bahwa ia telah kehilangan arah dan jati dirinya.
Perjalanan Raka untuk kembali menemukan makna hidup tidaklah mudah. Ia harus menghadapi rasa bersalah terhadap keluarga, terutama ayahnya yang diam-diam selalu mendoakan dan menunggunya pulang. Dalam proses tersebut, Raka mulai memahami bahwa “songko” bukan sekadar simbol tradisi, melainkan pengingat akan identitas, tanggung jawab, dan akar kehidupan yang tidak boleh dilupakan.

0 Comments